Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
BEKASI, KOMPAS.com – Warga Perumahan Green Lavender Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menangani banjir yang terus berulang di kawasan mereka. Jeki Juliadi (36), salah satu warga, mengaku sudah lelah menghadapi banjir yang belum juga selesai. “Kami sudah capek kebanjiran terus. Untuk Pak KDM, tolonglah perbaiki Kali CBL ini. Infrastruktur jangan sampai ada yang jebol lagi,” ujar Jeki saat ditemui Kompas.com, Jumat (23/1/2026). Menurut Jeki, warga menaruh harapan pada Dedi Mulyadi karena dinilai cepat bergerak saat ada masalah di lapangan. Baca juga: Tinjau Banjir, Plt Bupati Bekasi Soroti Drainase di Green Lavender “Saya berharap besar pada Pak KDM karena gerakannya cepat. Di Kabupaten Bekasi ini birokrasinya lama. Banyak hambatannya, banyak ‘curut-curut’ nakalnya,” ujarnya. Terus Digempur Banjir Lumpur, Warga Kendari Terpaksa Jual Massal Rumah Artikel Kompas.id Jeki menambahkan, jika banjir tidak juga ditangani, warga meminta solusi lain, termasuk pengembalian dana pembelian rumah. “Kalau tidak, cari solusi untuk kami, atau uang kami dikembalikan (refund). Kami belum lima tahun, tapi sudah merasakan banjir 6 kali,” kata Jeki. Ia mengaku frustasi karena banjir membuat warga tidak merasa aman di rumah sendiri. “Kalau masih banjir terus, saya mau pindah. Dan kalau tidak ada kejelasan, ini jadikan lumbung air saja, biar jadi kampung mati sekalian,” ujarnya. Jeki juga menyebut belum ada tindakan nyata dari pengembang untuk menyelesaikan banjir yang menimpa ribuan warga. “Selama ini tanggapan developer katanya sabar. Kalau tidak suka silakan pindah. Katanya mau bikin drainase, tapi sampai saat ini tidak ada,” katanya. Baca juga: Kompleks Green Lavender Sukamekar Bekasi Jadi Danau, Warga Kecewa dan Merasa Ditipu Keluhan serupa datang dari Muhammad Jaelani (38). Ia menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah dan merupakan banjir susulan kedua dalam waktu dekat. Jaelani menyatakan warga mulai mencari langkah lanjutan untuk menuntut solusi jangka panjang. Bahkan, para ibu rumah tangga berencana mendatangi pengembang. “Ibu-ibu sudah mau bergerak ke developer. Kalau tidak ada antisipasi terus, kita bakal ada pergerakan atau cari solusi ke kementerian,” ujarnya. Menanggapi keluhan warga, perwakilan developer Green Lavender Sukamekar, Rike, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menangani banjir. “Developer itu sebenarnya bukan tidak bertanggung jawab. Kita sudah benar-benar support sama konsumen. Semua fasilitas kita siapkan, baik utilitas maupun sarana prasarana, sesuai perizinan dari pemerintah daerah,” kata Rike. Baca juga: Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi Berubah Jadi Danau, Terendam Banjir 2 Meter Rike menambahkan, pihaknya terus mendorong penyelesaian masalah banjir hingga ke tingkat yang lebih tinggi. “Kemarin saya titik terakhir langsung saya kirim ke Paket 6, Paket 7. Kalau tidak masuk ke pusat, saya langsung ke pusat, ke pemprov,” katanya. Hingga Jumat sore, banjir masih menggenangi Perumahan Green Lavender Sukamekar. Warga berharap ada penanganan serius agar banjir tidak terus berulang dan membuat kawasan tersebut ditinggalkan.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6